Jakarta, Isu dugaan keterlibatan oknum TNI dalam pengelolaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Danau Sunter dipastikan tidak benar.Informasi yang sempat beredar di sejumlah platform tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Perwakilan pedagang sekaligus sesepuh UMKM berinisial M menegaskan, seluruh aktivitas pengelolaan pedagang dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Penataan tersebut bertujuan membantu para pedagang kecil agar dapat berjualan lebih tertib sekaligus meningkatkan penghasilan.
“Tidak ada keterlibatan oknum TNI dalam pengurusan di sini. Kami hanya membantu sesama warga agar bisa berdagang dengan baik,” ujar M saat ditemui awak media, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, penataan lapak dilakukan secara mandiri oleh komunitas pedagang, mulai dari pengaturan lokasi berjualan hingga menjaga kebersihan serta kerapian area.Upaya tersebut dilakukan demi menciptakan lingkungan usaha yang nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
M juga menegaskan bahwa tidak ada praktik jual beli lapak di kawasan tersebut.
Seluruh pedagang merupakan warga sekitar yang diberi kesempatan untuk berusaha sebagai bagian dari upaya membuka lapangan pekerjaan di lingkungan setempat.
“Saya pertegas, tidak ada jual beli lapak. Terkait parkiran juga tidak ada keterlibatan TNI. Pengelola parkir murni warga di sini sebagai upaya membuka lapangan kerja. Yang berdagang di sini pun warga sekitar,” tambahnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi dinilai penting guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
(AFG)