TPS Kalibaru RW 08 Dikeluhkan Warga, Bau Menyengat dan Makan Bahu Jalan
Menit Baca
Teks

TPS Kalibaru RW 08 Dikeluhkan Warga, Bau Menyengat dan Makan Bahu Jalan

Oleh

Jakarta Utara, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berlokasi di RW 08 RT 02 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, dikeluhkan warga karena kondisinya dinilai sudah sangat mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua RW 08 Drs. Rozali Ali, didampingi LMK RW 08 Sueb serta Ketua RT 02 Abdul Manan, yang menyatakan bahwa tumpukan sampah kini telah memakan bahu jalan, berserakan, dan menimbulkan bau menyengat, terutama saat musim penghujan. 

“Sekarang ini sudah sangat mengganggu. Apalagi kalau hujan, baunya luar biasa menyengat. Warga sudah banyak yang komplain,” ujar Drs. Rozali Ali, Jumat (16/1/2026).

Menurut para pengurus wilayah, TPS tersebut awalnya hanya diperuntukkan bagi RW 08, RW 09, dan RW 10. Namun seiring waktu, TPS itu kini menjadi tempat pembuangan sampah dari beberapa RW lain di Kelurahan Kalibaru, sehingga volume sampah terus menumpuk dan sulit tertangani.

“Setiap hari mobil sampah hanya mampu mengangkut sekitar dua truk. Sementara sampah yang masuk jauh lebih banyak,” tambah LMK RW 08 Sueb.
Akibatnya, TPS tersebut dinilai sudah menyerupai “TPS Bantar Gebang kedua”, karena overload dan tidak sebanding dengan kapasitas pengangkutan yang tersedia. Kondisi ini memicu keresahan warga RW 08 dan sekitarnya.

Ketua RT 02 Abdul Manan menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus RW 08 bersama warga menghendaki TPS tersebut ditutup, karena sudah tidak layak dan membahayakan kesehatan lingkungan.

“Kami minta pihak Lingkungan Hidup (LH) benar-benar serius menangani persoalan ini. Bau sampah saat hujan sangat mengganggu, jalan juga terganggu karena bahu jalan tertutup sampah,” tegasnya.

Warga berharap Pemprov DKI Jakarta melalui dinas terkait segera turun tangan, menata ulang sistem pembuangan sampah di wilayah Kalibaru, agar tidak terus menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

 

(Ai Sumanta)

193 Kali Dibaca · Publikasi


Berita Lainnya