JAKARTA, Aparat gabungan dari unsur Kecamatan Koja, Polsek Koja, Koramil Koja, Satpol PP Kecamatan Koja, serta sejumlah instansi terkait menggelar penertiban Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) pada Rabu (13/5/2026) malam.
Kegiatan diawali dengan apel persiapan pada pukul 18.30 WIB yang dipimpin Sekretaris Kecamatan Koja, Adi Jaya Gumelar. Sebanyak 60 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut.
Personel yang terlibat berasal dari Polsek Koja, Koramil Koja, Satpol PP, Suku Dinas Sosial, Suku Dinas Perhubungan, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Setelah apel, petugas menyisir sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat aktivitas PPKS. Dari hasil operasi, sebanyak 19 orang berhasil didata dan diamankan untuk selanjutnya menjalani asesmen.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan 19 orang yang terdiri dari pengamen, pengemis, dan tuna wisma yang berada di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Pelaksana Harian Kapolsek Koja, AKP Hartono, SH, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan penanganan sosial kepada warga yang membutuhkan.
“Penertiban ini dilakukan secara terpadu bersama unsur pemerintah daerah dan instansi terkait.Tujuannya bukan semata-mata penegakan aturan, tetapi juga memberikan solusi melalui pembinaan dan pendampingan sosial,” ujar AKP Hartono.
Petugas dari Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk memberikan penjelasan mengenai dasar hukum penertiban serta alternatif penanganan yang tersedia.PPKS yang memenuhi kriteria akan dirujuk ke Panti Sosial Cipayung untuk mendapatkan pembinaan. Sementara mereka yang tidak memenuhi unsur tertentu akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
AKP Hartono menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga selesai.
Pemerintah Kecamatan Koja berharap penanganan terpadu ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, sekaligus memastikan warga yang membutuhkan memperoleh layanan sosial secara tepat dan manusiawi,"tegasnya.
(AFG)