Jakarta, Danau Sunter yang berada di wilayah Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dikenal sebagai salah satu ikon wisata favorit masyarakat pesisir. Dengan biaya terjangkau, kawasan ini menjadi tempat rekreasi keluarga untuk melepas penat, khususnya bagi warga menengah ke bawah, Jumat (2/01/2026).
Di area wisata Danau Sunter, pengunjung disuguhi beragam jajanan kuliner kaki lima yang mudah dijangkau. Selain itu, wahana permainan air seperti perahu bebek-bebek menjadi daya tarik tersendiri karena tarifnya relatif murah dan ramah bagi keluarga.
Namun, di balik ramainya aktivitas wisata, muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang kian meresahkan pengunjung. Salah satu celah yang paling disorot adalah tarif parkir kendaraan, khususnya sepeda motor, yang dinilai tidak wajar.
Amran, salah seorang pengunjung, mengaku kecewa dengan mahalnya biaya parkir di kawasan tersebut.
“Saya sering ke Danau Sunter bersama keluarga, tapi parkir motornya sangat mahal. Harusnya jangan memberatkan, ini kan tempat rekreasi masyarakat kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat mempertanyakan tarif parkir, petugas justru berdalih, “Kami juga harus setor.”
Pantauan media di lapangan menunjukkan indikasi dugaan pungli tidak hanya terjadi pada sektor parkir, tetapi juga pada aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar danau. Dari pengamatan kasat mata, terdapat banyak celah yang memungkinkan terjadinya aliran setoran dari tingkat bawah hingga diduga melibatkan pihak tertentu di level atas.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: siapa sebenarnya yang bermain dan bertanggung jawab di balik maraknya dugaan pungli di kawasan Danau Sunter?
Jika dibiarkan, praktik semacam ini tidak hanya merugikan pengunjung dan pedagang kecil, tetapi juga mencoreng citra Danau Sunter sebagai ruang publik dan destinasi wisata murah milik masyarakat Jakarta Utara.
Masyarakat kini berharap adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menertibkan pengelolaan parkir serta aktivitas PKL, agar Danau Sunter kembali menjadi tempat rekreasi yang nyaman, adil, dan bebas pungli.
(Ahm)