Banjir Bertahun-tahun Tak Kunjung Ditangani, Warga Kalibaru Barat Satu Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Menit Baca
Teks

Banjir Bertahun-tahun Tak Kunjung Ditangani, Warga Kalibaru Barat Satu Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Oleh

Jakarta Utara, Banjir yang kerap melanda Jalan Kalibaru Barat Satu, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, kian memprihatinkan. Persoalan klasik ini telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan nyata, meski keluhan warga terus disampaikan.

Saat hujan deras, ketinggian air di ruas jalan tersebut mencapai sekitar 35 hingga 45 sentimeter. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor yang kerap mogok bahkan terjatuh akibat genangan air yang dalam.

“Kondisi ini sangat menyulitkan warga. Setiap hujan, jalan pasti banjir dan tidak bisa dilewati dengan aman,” ujar Ketua RT 07, Guntur Wahyudi, kepada wartawan Jumat (2/01/2026). 

Jalan Kalibaru Barat Satu merupakan satu-satunya akses utama menuju RW 08, RW 09, dan RW 10. Artinya, ketika banjir terjadi, ribuan warga di tiga RW tersebut seolah terisolasi dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, sekolah, dan akses darurat.

Warga berharap pemerintah segera melakukan peninggian jalan serta membangun sodetan saluran air (got) di sepanjang pagar PT IKT agar air hujan dapat langsung mengalir ke laut dan tidak lagi menggenangi jalan.

“Kami, warga RW 08, RW 09, dan RW 10, sangat berharap ada solusi nyata, bukan sekadar janji,” tegas perwakilan warga.

Ketua RW 08, Drs. Rojali Ali, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali menyurati instansi pemerintah terkait maupun pihak PT IKT. Namun hingga kini, belum ada tindakan konkret di lapangan.

“Surat sudah kami layangkan, koordinasi sudah dilakukan, tapi hasilnya nihil. Yang kami terima hanya janji-janji tanpa realisasi,” ujar Rojali Ali.

Warga menilai lambannya penanganan ini menunjukkan kurangnya keseriusan pemerintah dan pihak terkait dalam menjamin hak dasar masyarakat atas infrastruktur yang layak dan aman. Mereka mendesak agar pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera turun langsung melakukan pembangunan.

“Jangan tunggu korban atau kejadian fatal baru bertindak. Ini masalah lama yang harusnya sudah selesai sejak dulu,” pungkas warga.

 

(Ai Sumanta) 

265 Kali Dibaca · Publikasi


Berita Lainnya